Senin, 17 Maret 2014

Misteri 'Alien' yang Ditemukan di Chili 10 Tahun Lalu Terkuak


London - 10 Tahun lalu ditemukan kerangka mahluk mungil berukuran 15 cm di Chili. Bentuknya unik karena mirip dengan ilustrasi alien di film-film selama ini. Kini, misteri soal makhluk itu sudah terjawab. Apa hasilnya?

Diberitakan Daily Mail, Kamis (26/4/2013) para peneliti di Stanford belakangan ini melakukan tes DNA terhadap makhluk itu. Jawaban pun ditemukan. Kerangka mungil itu dipastikan manusia.

Selama ini, publik mengenal makhluk itu dengan nama 'Atacama Humanoid' atau disingkat Ata. Dia ditemukan di gurun Atacama sekitar 10 tahun lalu.

Sejak itu, spekulasi di kalangan peneliti purbakala pun merebak. Ada yang menyebut itu adalah fosil monyet, janin yang dibuang, hingga alien yang terdampar di bumi.

Guna menjawab spekulasi itu, para peneliti di Stanford pun melakukan tes DNA terhadap Ata. Setelah 6 bulan, hasilnya kemudian dipublikasikan lewat sebuah film dokumenter berjudul 'Sirius'.

"Kami mengunjungi Barcelona, Spanyol, di bulan September 2012 untuk melakukan X-Ray, CAT Scan dan mengambil sampel genetik untuk diteliti di Stanford," ujar penggarap proyek tersebut, Dr Steven Greer.

"Kami memperoleh material DNA dengan membedah fosil itu. Sangat jelas, ada struktur tulang di dalamnya," sambung Greer.

Berdasarkan media lokal Chili, fosil itu ditemukan pertama kali oleh pria bernama Oscar Munoz pada 19 Oktober 2003 saat mencari objek purbakala di kota 'hantu' La Noria, Gurun Atacama.

Di dekat sebuah gereja yang ditinggalkan, Munoz menemukan sebuah kain berisi fosil kecil berukuran 15 cm, tak lebih besar dari pulpen.

Makhluk itu memiliki gigi, kepala yang ujungnya lancip dan aneh. Dia memiliki warna cokelat keemasan. Beda dengan menusia yang punya 20 tulang rusuk, mahluk itu memiliki 9.

"Saya bisa menyatakan dengan pasti itu bukan monyet. Itu adalah manusia, lebih dekat dengan manusia daripada simpanse. Dia hidup di sekitar abad 6 atau 8," ujar Garry Nolan, peneliti Stanford lainnya. Mahluk itu juga bisa bernafas dan makan.

Dengan demikian, para peneliti ini membantah bahwa makhluk itu hanya karangan atau hoax.

Bukti Ilmiah Alkohol Dapat Merusak Otak



Seperti yang Anda lihat, otak alkohol di sebelah kanan adalah otak seorang peminum alkohol yang menyusut secara besar-besaran karena kehilangan sel otak. Sel otaknya ternyata larut.

Dari penelitian tahun 2007 yang muncul di European Journal of Neuroscience:

Temuan ini menunjukkan bahwa paparan pesta pola untuk etanol selama masa remaja menginduksi kerusakan otak oleh proses inflamasi dan menyebabkan konsekuensi jangka panjang neurobehavioural [kerusakan pada kesehatan jiwa/perilaku]

Menurut National Institutes of Health, hampir 1 dari 10 orang Amerika memenuhi kriteria diagnostik standar untuk gangguan penggunaan alkohol.

Penelitian berasal dari Carol Ann Paul [dari Wellesley College] dan rekan. Mereka menatap scan otak MRI dari 1839 orang berusia 34-88, dan temuan mereka [dipresentasikan pada American Academy of Neurology Pertemuan Tahunan ke-59 di Boston Mei 2007] menunjukkan bahwa semakin seseorang banyak minum alkohol secara kronis, semakin otak Anda berkurang volumenya.

Hasil diadakan benar bahkan untuk peminum moderat [tidak terlalu sering minum/sekali-kali minum alkohol].

Ada korelasi kuat terus-menerus antara konsumsi alkohol dan volume total otak. Tampaknya tidak ada efek menguntungkan bahkan jumlah kecil alkohol berpengaruh juga pada volume otak.

Penelitian lain yang dirilis 10 Mei 2007 mengungkapkan alkohol juga dapat menyebabkan kerusakan paru-paru secara berkala, membuat irama detak jantung lebih cepat jantung dan merupakan faktor risiko yang sangat kuat untuk stroke.